JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk mencatat sebanyak 157.436 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada H+1 libur Isra Mikraj 2026, yakni Sabtu hingga Minggu pagi.
Data ini berlaku pada periode Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 06.00 WIB hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 06.00 WIB.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa angka ini merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama: GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama. Volume kendaraan tersebut naik 8 persen dibanding kondisi normal, yang biasanya sebanyak 145.778 kendaraan.
Fenomena arus balik yang meningkat ini menjadi sorotan karena menandakan tingginya mobilitas masyarakat saat akhir pekan libur keagamaan, sekaligus menuntut kesiapan pengelola tol dalam mengantisipasi kepadatan.
Proyeksi Arus Balik di Hari Berikutnya
Rivan memprediksi arus balik pada Minggu akan terus meningkat. Diperkirakan sekitar 197 ribu kendaraan akan melintasi empat GT utama, naik sekitar 10 persen dibanding kondisi normal yang biasanya sebanyak 179 ribu kendaraan.
“Angka tersebut meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat pada akhir masa libur Isra Mikraj 2026,” ujar Rivan. Pihak Jasa Marga pun terus memantau arus lalu lintas untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.
Distribusi Kendaraan Berdasarkan Arah
Data Jasa Marga menunjukkan mayoritas kendaraan kembali dari arah timur, yakni 67.437 kendaraan atau 42,8 persen, melalui jalur Trans Jawa dan Bandung. Arus dari arah selatan (Puncak) tercatat sebanyak 45.110 kendaraan atau 28,7 persen, sedangkan dari arah barat (Merak) sebanyak 44.889 kendaraan atau 28,5 persen.
Lebih rinci, arus kendaraan melalui GT Cikampek Utama dari arah timur mencapai 29.576 kendaraan, naik 4,86 persen dibanding kondisi normal. Sementara dari Bandung melalui GT Kalihurip Utama, jumlah kendaraan mencapai 37.861 unit, naik 17,54 persen dibanding kondisi normal.
Arus dari barat melalui GT Cikupa tercatat 44.889 kendaraan, turun 1,26 persen dari lalu lintas normal. Sedangkan dari selatan melalui GT Ciawi, kendaraan mencapai 45.110 unit, meningkat 13,06 persen dari kondisi normal.
Faktor Penyebab Lonjakan Lalu Lintas
Menurut Rivan, lonjakan arus balik ini dipengaruhi oleh akhir libur Isra Mikraj yang jatuh pada akhir pekan. Waktu libur yang singkat membuat sebagian besar masyarakat memilih kembali ke Jabotabek pada H+1.
Selain itu, tingginya volume kendaraan dari arah timur dan selatan menunjukkan bahwa jalur Trans Jawa, Bandung, dan Puncak tetap menjadi favorit masyarakat untuk perjalanan liburan pendek, terutama untuk tujuan wisata dan ziarah.
Imbauan Jasa Marga untuk Pengguna Jalan
Rivan mengimbau masyarakat yang kembali ke Jabotabek untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memeriksa kondisi cuaca, memantau informasi lalu lintas terkini, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Jasa Marga menekankan beberapa langkah yang harus diperhatikan oleh pengendara:
Memastikan kendaraan layak jalan
Memeriksa kecukupan BBM
Mengisi saldo uang elektronik untuk pembayaran tol
Mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan
Pengguna jalan juga dianjurkan memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas terkini sehingga perjalanan lebih aman dan nyaman.
Kesiapan Personel dan Infrastruktur Tol
Untuk menghadapi lonjakan arus balik, Jasa Marga menyiagakan personel lapangan, termasuk petugas tol dan unit layanan darurat. Peralatan darat dan teknologi komunikasi turut diterjunkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Selain itu, pengaturan jalur lalu lintas dan pemantauan real-time menjadi kunci agar kepadatan tidak meluas dan risiko kecelakaan dapat ditekan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa akhir libur panjang selalu diikuti lonjakan arus balik, sehingga kesiapan pihak pengelola menjadi sangat penting.
Tren Lalu Lintas Libur Isra Mikraj Tahun Ini
Data menunjukkan bahwa arus balik meningkat signifikan dibanding kondisi normal. Tren ini memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat dan kebutuhan koordinasi pengelola tol yang baik.
Selain itu, lonjakan arus kendaraan dari arah timur dan selatan mencerminkan pola perjalanan liburan singkat yang kini semakin populer. Hal ini menjadi indikator ekonomi lokal, karena mobilitas masyarakat berbanding lurus dengan aktivitas perdagangan dan jasa di jalur yang dilalui.
Analisis Dampak terhadap Infrastruktur dan Keselamatan
Lonjakan kendaraan yang mencapai 157.436 unit di H+1 dapat berdampak pada kepadatan di gerbang tol, terutama GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama. Kesiapan infrastruktur, termasuk jalur masuk dan keluar tol, menjadi faktor penting untuk menghindari antrean panjang.
Jasa Marga menekankan bahwa pengendara harus tetap disiplin dan mematuhi petunjuk petugas agar arus lalu lintas tetap lancar, terutama pada titik rawan kemacetan.
Libur Isra Mikraj dan Arus Balik Masih Tinggi
Secara keseluruhan, H+1 libur Isra Mikraj 2026 menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat kembali ke Jabotabek, mencapai 157.436 kendaraan. Proyeksi arus balik pada Minggu pagi diperkirakan meningkat hingga 197 ribu kendaraan.
Pengelolaan arus kendaraan, kesiapan infrastruktur, serta disiplin pengguna jalan menjadi kunci agar aktivitas ini tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Jasa Marga terus memantau dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan perjalanan, memanfaatkan teknologi informasi, dan mematuhi aturan tol.