JAKARTA - Kue dongkal adalah salah satu jajanan khas Betawi yang kaya akan cita rasa lokal.
Kue ini terkenal karena teksturnya empuk, sedikit kenyal, dan aroma gurih kelapa berpadu manisnya gula aren. Kelezatan kue dongkal paling terasa saat masih hangat, sehingga menjadi camilan favorit masyarakat Betawi di pagi atau sore hari.
Membuat kue dongkal tidak membutuhkan peralatan khusus dan bisa dilakukan di dapur rumah. Kunci keberhasilan kue ini terletak pada takaran bahan yang tepat, teknik pengukusan tepung beras, serta pemilihan kelapa parut dan gula aren berkualitas.
Bahan-Bahan Kue Dongkal
Sebelum mulai membuat, siapkan bahan-bahan berikut:
500 gram tepung beras
500 gram kelapa parut
200 gram gula merah/aren, sisir halus
1 sdt garam
100 ml air
3–4 lembar daun pandan
½ sdt vanili bubuk (opsional, untuk aroma)
Bahan-bahan sederhana ini cukup untuk menghasilkan kue dongkal dengan tekstur lembut dan aroma harum.
Cara Membuat Kue Dongkal Anti Gagal
Mengukus Tepung Beras: Kukus tepung beras selama 15 menit menggunakan wadah dialasi kain bersih. Langkah ini membuat tepung lebih lembut dan mencegah kue mengeras saat dingin.
Mencampur Adonan: Masukkan tepung kukus ke wadah besar bersama kelapa parut, garam, dan vanili. Aduk hingga rata dan membentuk tekstur berbutir kasar.
Menambahkan Air: Percikkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk agar adonan lembap dan gembur. Jangan sampai adonan padat atau kalis.
Menyiapkan Cetakan: Olesi cetakan dengan minyak atau dialasi daun pisang. Masukkan adonan putih setebal 2–3 cm, taburi gula merah, ulangi hingga cetakan penuh.
Mengukus Adonan: Tambahkan daun pandan ke air kukusan agar aroma lebih harum. Kukus selama 30–45 menit dengan api sedang sampai kue matang sempurna.
Penyajian: Angkat kue dan keluarkan dari cetakan dengan hati-hati. Sajikan hangat agar tekstur tetap empuk.
Kesalahan Umum Saat Membuat Kue Dongkal
Beberapa kesalahan sering membuat kue dongkal gagal, di antaranya:
Menekan adonan terlalu padat: Menghambat uap masuk ke tepung sehingga kue bantat.
Adonan terlalu kering: Kurangnya air membuat kue rapuh dan seret saat dimakan.
Tepung beras tidak dikukus: Kue menjadi kaku dan cepat mengeras.
Gula merah terlalu tebal di tepi: Menyebabkan kue sulit dilepas dari cetakan dan berantakan.
Dengan menghindari kesalahan ini, kue dongkal bisa selalu lembut, gurih, dan manis merata.
Sejarah Singkat Kue Dongkal
Kue dongkal memiliki akar sejarah kuat dalam budaya Betawi, terutama di pinggiran Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Dahulu, kue ini disajikan pada acara adat, syukuran, atau hajatan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Nama “dongkal” berasal dari teknik penyajian: kue dicungkil atau didongkal dari cetakan kukusan berbentuk kerucut. Secara visual, kue ini mirip dengan kue awug di Jawa Barat, namun tetap memiliki karakteristik rasa dan tekstur khas Betawi.
Meski pedagang kue dongkal kini jarang ditemui, warisan kuliner ini terus dikenalkan melalui kegiatan kuliner tradisional agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai kue dongkal.
Kue Dongkal vs Kue Putu: Persamaan dan Perbedaan
Secara bahan dasar, kue dongkal dan kue putu sama-sama menggunakan tepung beras, kelapa parut, dan gula aren. Namun perbedaan terlihat pada bentuk dan pengukusan:
Kue Dongkal: Dikukus dalam cetakan besar berbentuk kerucut, kemudian dipotong-potong.
Kue Putu: Dicetak individu menggunakan potongan bambu kecil, biasanya diberi warna hijau dari ekstrak daun pandan.
Meskipun berbeda, keduanya menawarkan perpaduan rasa gurih dan manis autentik, menjadikannya camilan tradisional favorit masyarakat.
Tips Agar Kue Dongkal Lebih Lezat
Gunakan kelapa parut segar untuk aroma dan rasa maksimal.
Pilih gula merah/aren berkualitas agar manis alami lebih terasa.
Kukus tepung beras agar kue tetap empuk dan tidak cepat keras.
Sajikan hangat untuk menikmati tekstur kenyal dan aroma gurih yang optimal.
Dengan mengikuti tips ini, membuat kue dongkal di rumah menjadi mudah, menyenangkan, dan anti gagal.
Kue dongkal adalah contoh kuliner tradisional Betawi yang lezat, gurih, dan manis alami. Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, siapa saja bisa membuat kue ini di rumah.
Memahami sejarah, kesalahan umum, dan tips membuat kue dongkal akan memastikan setiap gigitannya empuk, harum, dan memuaskan.
Membuat kue dongkal juga menjadi cara menyelamatkan warisan kuliner Betawi agar tetap dikenal generasi masa kini, sambil menikmati rasa tradisional yang autentik di dapur sendiri.