Harga TBS Sawit Sumut

Harga TBS Sawit Sumut Menguat, Pekan Ketiga Januari 2026 Naik Signifikan

Harga TBS Sawit Sumut Menguat, Pekan Ketiga Januari 2026 Naik Signifikan
Harga TBS Sawit Sumut Menguat, Pekan Ketiga Januari 2026 Naik Signifikan

JAKARTA - Pergerakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara kembali menunjukkan tren positif pada pekan ketiga Januari 2026.

 Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Sumatera Utara memutuskan kenaikan harga TBS periode 14–20 Januari 2026 sebesar Rp 57,14 per kg untuk sawit usia produktif 10–20 tahun. 

Dengan demikian, harga TBS kini berada di level Rp 3.494,68/kg, menandai optimisme pelaku perkebunan di tengah kondisi pasar yang relatif stabil.

Kenaikan harga ini didorong oleh membaiknya sentimen pasar terhadap kelapa sawit, yang dipengaruhi oleh stabilnya pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel. Dalam penetapan harga tersebut, harga CPO ditetapkan Rp 14.222,55/kg, sedangkan harga kernel berada di angka Rp 11.691,67/kg, dengan indeks K mencapai 92,81%.

Menurut data yang dihimpun Agricom.id dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatera Utara, harga TBS sawit pekan ini berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut:

Umur 3 tahun: Rp 2.708,22/kg

Umur 4 tahun: Rp 2.965,38/kg

Umur 5 tahun: Rp 3.140,75/kg

Umur 6 tahun: Rp 3.229,62/kg

Umur 7 tahun: Rp 3.258,75/kg

Umur 8 tahun: Rp 3.345,75/kg

Umur 9 tahun: Rp 3.408,88/kg

Umur 10–20 tahun: Rp 3.494,68/kg

Umur 21 tahun: Rp 3.487,61/kg

Umur 22 tahun: Rp 3.441,41/kg

Umur 23 tahun: Rp 3.407,09/kg

Umur 24 tahun: Rp 3.293,57/kg

Umur 25 tahun: Rp 3.191,93/kg

Sawit Usia Produktif Jadi Andalan

Kelompok umur 10–20 tahun tetap menjadi fase paling produktif dalam siklus tanaman sawit, sehingga wajar harga tertinggi berada pada kelompok ini. Menurut pengamat perkebunan, fase ini memberikan hasil tandan buah yang optimal, yang sekaligus mempengaruhi stabilitas ekonomi petani dan perusahaan perkebunan.

Stabilitas harga TBS Sumatera Utara juga mencerminkan kondisi pasar CPO global yang relatif seimbang. Dengan harga CPO Rp 14.222,55/kg, industri pengolahan kelapa sawit dapat menyesuaikan produksi dan pengolahan, sehingga tidak menimbulkan gejolak pasokan maupun harga TBS di tingkat petani. 

Harga kernel yang berada pada Rp 11.691,67/kg juga menjadi indikator bahwa komoditas turunannya tetap kompetitif di pasar.

Dinamika Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Analisis harga TBS menurut umur tanaman menunjukkan adanya kenaikan signifikan di kelompok usia produktif. Kelompok umur 3–6 tahun mengalami kenaikan lebih moderat karena produktivitasnya belum mencapai puncak, sedangkan kelompok 7–9 tahun mulai menunjukkan peningkatan hasil yang stabil. Fase 10–20 tahun menjadi primadona karena mampu memberikan volume panen yang tinggi dengan kualitas buah optimal.

Kenaikan harga ini memberikan sinyal positif bagi petani, khususnya yang memiliki lahan sawit produktif. Peningkatan harga TBS langsung berdampak pada pendapatan petani, yang selama ini sering dipengaruhi oleh fluktuasi harga CPO dan kernel di pasar internasional.

Pengaruh Harga CPO dan Kernel terhadap TBS

Harga tandan buah sawit tidak dapat dipisahkan dari harga CPO dan kernel. Stabilitas kedua komoditas ini memberikan kepastian bagi petani dan perusahaan. Indeks K sebesar 92,81% menunjukkan bahwa harga TBS masih berada pada level yang wajar dan mendukung keseimbangan antara produksi dan permintaan.

Harga CPO yang relatif stabil di level Rp 14.222,55/kg menandakan bahwa permintaan minyak sawit global tetap ada, termasuk dari negara-negara pengimpor utama. Sementara harga kernel yang berada di Rp 11.691,67/kg menambah nilai tambah dari hasil pengolahan TBS, sehingga petani dan pengolah mendapatkan keuntungan optimal.

Optimisme Pelaku Perkebunan Sumut

Tren penguatan harga TBS ini mendorong optimisme petani dan perusahaan kelapa sawit. Dengan harga yang terus membaik, petani dapat melakukan perawatan lahan dan investasi kembali untuk meningkatkan produktivitas. 

Begitu juga bagi perusahaan pengolahan, kenaikan harga TBS memberikan kepastian biaya bahan baku dan mendukung keberlanjutan produksi CPO dan kernel.

Prospek Ke Depan Pasar Sawit

Meski tren harga saat ini positif, pengamat perkebunan menekankan bahwa pasar TBS tetap dipengaruhi oleh dinamika global. Faktor seperti permintaan CPO dunia, fluktuasi harga minyak nabati alternatif, dan kebijakan pemerintah terkait ekspor impor dapat memengaruhi pergerakan harga TBS ke depan. 

Namun, penguatan pekan ketiga Januari 2026 menunjukkan bahwa pasar sawit Sumatera Utara berada pada jalur yang sehat dan stabil.

Penguatan harga TBS sawit di Sumatera Utara pekan ketiga Januari 2026 menjadi kabar baik bagi petani dan pengolah. Kelompok sawit usia 10–20 tahun menjadi kunci karena produktivitasnya tinggi. Stabilitas harga CPO dan kernel mendukung keberlanjutan produksi. 

Optimisme ini diharapkan mampu menjaga kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit Sumatera Utara, yang tetap menjadi salah satu kontributor utama ekonomi lokal dan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index